Senin, 15 Desember 2014

tokoh yang menjadi panutan/idola saya R.A. Kartini

Tokoh yang menjadi inspirasi dan panutan saya yaitu R.A Kartini, yang mana setiap tanggal 21 April menjadi hari yang teristimewa yang patut kita rayakan yaitu “Hari Kartini” karena beliau lahir pada pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jateng.
Mengapa saya sangat menyukai beliau sebagai panutan atau idola saya, karena beliau adalah sosok wanita yang tegas dan bahkan beliau adalah pelopor kebangkitan perempuan. Saya sangat mengagumi beliau, karena sebelum era kartini, wanita selalu dianggap lemah, wanita tidak bisa memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria, wanita hanya bekerja untuk rumah tangga saja serta mengasuh anak-anaknya, bahkan para gadis di didik hanya untuk berbakti kepada suaminya dan harus menyerah dalam segala perkara apapun yang terjadi. Untuk itu, saya bangga dari sekian jumlah kaum perempuan pada saat itu, hanya R.A Kartini yang mengeluarkan cita-citanya dan keinginannya agar perempuan Indonesia dapat maju, supaya para wanita diberi kesempatan memperoleh pendidikan yang sama dengan pria. Selain R.A seorang bangsawan, beliau tidak sombong atas kebangsawanannya, dari sejarah singkat yang saya baca, beliau adalah sosok yang ramah, beliau juga peduli dengan wanita-wanita dahulu yang belum memperoleh pendidikan, beliau sengaja mendirikan sekolah sendiri dikabupatennya, tujuannya adalah menjalankan segala keinginan hati beliau untuk mendidik dan mengajar wanita-wanita yang kelak diharapkan dapat mengubah seluruh keadaan kaum perempuan Indonesia. Jadi, disini pendapat saya, para wanita itu ber hak memperoleh pendidikan, agar para wanita tidak bodoh dan tidak mudah dilecehkan oleh kaum pria, perempuan ber hak mempunyai kebebasan dalam mengemukakan pendapatnya, juga memperoleh keadilan apabila terjadi tindakan diskriminasi oleh seorang pria, dan para wanita juga berkesempatan untuk menjalankan cita-citanya yang dapat merubah masa depannya menjadi baik.
Photo dan Riwayat Hidup R.A Kartini
Description: F:\Images\kartini_1.jpg
Add caption
Nama Lengkap          : Raden Ajeng Kartini
Lahir                          : Jepara, Jateng 21 April 1879
Keturunan                 : Bangsawan
Nama Suami              : K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat
Nama Anak               : Soesalit Djojoadhiningrat
Pendidikan Terakhir: ELS (Europese Lagere School) sampai umur 12 tahun
Anak ke                      : 5 dari 11 saudara kandung dan tiri
Nama Bapak              : Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara
Nama Ibu                   : M.A. Ngasirah

Meninggal                  : Desa Bulu, Kec. Bulu, Rembang, 17 September 1904 pada usia 25 tahun 
A.    Sejarah Permainan Gobak Sodor atau Galah Asin
Permainan Gobag Sodor terkenal di wilayah Pulau Jawa. Banyak yang mengatakan bahwa permainan ini berasal dari daerah Yogyakarta. Nama Gobak Sodor berasal dari kata gobag dan sodor. Kata gobag artinya bergerak dengan bebas. Sedangkan sodor artinya tombak. Dahulu para prajurit mempunyai permainan yang bernama sodoran sebagai latihan keterampilan dalam berperang. Sodor ialah tombak dengan panjang kira-kira 2 meter, tanpa mata tombak yang tajam pada ujungnya.[1]
Disebut Gobak sodor karena permainan ini maju mundur melalui pintu-pintu. Dalam bahasa Belanda istilah gobak sodor mungkin artinya sama dengan kata dalam bahasa Inggris “Go Back Throught The Door”. Sebagian menyebutnya Galasin, bisa saja adaptasi bahasa dari bahasa Belanda yang kalau di bahasa Inggris menjadi “Go Last In”. [2]
Gambar galah yang sebenarnya :
Description: C:\Users\AXIO NEON\Documents\Permainan Tradisional (3)   Galasin (Galah Asin   Gobak Sodor)   Hidayat Febiansyah in block_files\galah.jpg
B.     Pengertian Gobak Sodor atau Galah Asin
Galah asin, galasin, atau gobak sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.[3]
C.    Sarana dan Prasarana
1.      Pemain

Jumlah pemain dalam permainan Gobag Sodor harus berjumlah genap antara 6-10 anak. Kemudian dibagi menjadi dua tim, tim jaga dan tim serang. Jadi tiap tim beranggotakan 3-5 anak. Pemain dalam Gobag Sodor biasanya anak laki-laki, karena permainan ini menguras banyak tenaga. Tetapi kadang-kadang anak perempuan juga bisa memainkannya asalkan kedua tim harus mempunyai komposisi pemain yang seimbang baik jenis kelamin maupun umurnya. Hal ini untuk menghindari timpang kekuatan yang sangat mencolok pada salah satu tim.
2.      Iringan Permainan

Dalam bermain Gobag Sodor tidak diperlukan iringan, baik yang berupa lagu atau suara musik apapun juga.

3.      Persiapan

Yang perlu dipersiapkan dalam permainan ini adalah lapangan Gobag Sodor yang berbentuk persegi panjang. Kemudian antar garis panjang ditarik garis melintang sehingga terbentuk beberapa persegi panjang. Setelah itu tarik garis tengah yang tegak lurus dengan garis melintang sehingga akan terbentuk banyak petak yang sama besar. Garis ini disebut garis sodor.
4.      Lapangan
Lapangan dibagi 2 menjadi beberapa bagian secara melintang seperti level dalam permainan dan secara membujur yang akan membelah daerah permainan menjadi dua. Jalur yang akan dilalui oleh sang “seledor” akan dijelaskan lebih detil melalui gambar dibawah ini
Gambar :

Description: C:\Users\AXIO NEON\Pictures\gambar asin\galasin.jpg

5.      Manfaat Permainan
Diantara manfaat yang dapat diambil dari permainan Gobag Sodor adalah : 
a. Melatih kerja sama dalam tim
b. Melatih kepemimpinan 
c. Mengasah kemampuan otak 
d. Mengasah kemampuan mencari strategi yang tepat
e. Meningkatkan kekuatan dan ketangkasan. [4]


D.    Tekhnik Dasar
Beberapa tekhnik dasar dalam permainan Gobag Sodor adalah sebagai berikut : 
a. Masing-masing pemain dari tim jaga harus bergerak di sepanjang garis melintang yang telah ditentukan. Jadi kakinya harus selalu menginjak garis tersebut. 
b. Yang boleh melalui garis sodor hanyalah penjaga garis melintang pertama yang juga sebagai sodor. 

c. Masing-masing pemain tim serang, dari pangkalan harus berusaha melewati semua garis melintang. Dan jika salah satu pemain saja bisa kembali lagi ke pangkalan tanpa tersentuh tim jaga maka tim serang menang. 
d. Bila pemain tim jaga bisa menyentuh salah satu pemain tim serang, maka tim jaga menang. Lalu tim jaga berganti menjadi tim serang. Begitu seterusnya. 
e. Jika satu petak terisi 2 atau lebih pemain maka tim serang kalah, dan berganti jadi tim jaga.[5] 
Gambar :

Description: C:\Users\AXIO NEON\Pictures\gambar asin\gobak-sodor.jpg







E.     Peraturan Pertandingan
1.      Jalannya Permainan 
Pemain dibagi mana yang ikut menjadi tim jaga dan tim serang. Masing-masing tim memilih salah satu anggotanya untuk menjadi ketua yang bertugas sebagai sodor.

Description: C:\Users\AXIO NEON\Documents\Permainan Tradisional (3)   Galasin (Galah Asin   Gobak Sodor)   Hidayat Febiansyah in block_files\lapangan_galasin-jpg.png

2.      Tim Serang Berusaha Memasuki Lapangan

Tim serang harus berusaha untuk masuk ke dalam petak-petak hingga dapat berada di belakang garis mn. Kemudian berusaha kembali lagi ke pangkalan. Apabila seorang pemain tim serang bisa kembali lagi ke pangkalan tanpa tersentuh oleh tim jaga, maka tim serang menang dan mendapatkan poin.
Description: C:\Users\AXIO NEON\Pictures\gambar asin\clip_image002.jpg

3.      Jangan Tersentuh
Tetapi jika salah satu pemain tim serang tersentuh oleh tim jaga sebelum sampai ke pangkalan lagi, maka tim serang dinyatakan kalah. Setelah itu tim serang berganti menjadi tim jaga, dengan F sebagai sodor. Jika 2 atau lebih pemain tim serang berada di satu petak, maka tim serang kalah dan berganti menjadi tim jaga. Demikianlah tahapan permainan gobag sodor yang bisa diserangkan berulang kali.[6]

Description: C:\Users\AXIO NEON\Documents\Sejarah Permainan Tradisional Gobag Sodor (Galah Asin) - GPS Wisata Indonesia_files\gobak+sodor+3.jpg
Tim Serang Berusaha Kembali ke Pangkalan





[1] http://Sejarah%20Permainan%20Tradisional%20Gobag%20Sodor%20(Galah%20Asin)%20-%20GPS%20Wisata%20Indonesia.html
[2]http://DIAN%20LOVATO%20%20Permainan%20tradisional%20“gobak%20sador”%20dengan%20unsur%20penjas.html
[3] http://Galah%20asin%20-%20Wikipedia%20bahasa%20Indonesia,%20ensiklopedia%20bebas.html
[4] http://Sejarah%20Permainan%20Tradisional%20Gobag%20Sodor%20(Galah%20Asin)%20-%20GPS%20Wisata%20Indonesia.html
[5]http://Permainan%20Tradisional%20(3)%20%20%20Galasin%20(Galah%20Asin%20%20%20Gobak%20Sodor)%20%20%20Hidayat%20Febiansyah%20in%20block.html
[6] http://Sejarah%20Permainan%20Tradisional%20Gobag%20Sodor%20(Galah%20Asin)%20-%20GPS%20Wisata%20Indonesia.html

Rabu, 10 Desember 2014

Kenakalan Remaja dengan Menggunakan Terapi Al-Quran

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Secara umum psikoterapi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seseorang baik itu emosi, mental, pengetahuan dan pemahaman diri dan perubahan tingkah laku. Maka psikoterapi Islampun secara umum bertujuan mengeksploitasi diri dan memahami diri sebagai makhluk berkepribadian, sebagai makhluk bersosial dan sebagai makhluk yang menghambakan diri kepada Allah SWT., sehingga akan terjadi perubahan tingkah laku yakni kondisi psikis yang tercermin dalam sikap yang sehat dan dinamis menuju kepada ketenangan, ketentraman dan kebahagian dalam kesehaatan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam sebagai upaya meraih Ridha Allah.
B.       Rumusan Masalah
1.    Apa itu kenakalan remaja ?
2.    Bagaimana mengatasi kenakalan remaja dengan menggunakan terapi Al-Quran ?
3.    Bagaimana langkah-langkahnya melalui metode psikoterapi Al-Quran ?








BAB II
PEMBAHASAN

A.  Kenakalan Remaja
Beberapa pakar psikologi berpendapat kenakalan remaja adalah sumber dari malapetaka di masa depan. Hal ini selain disebabkan bahwa kenakalan remaja merupakan awal dari kenakalan kedewasaan, kenakalan remaja juga merupakan kunci dari berbagai persoalan yang yang ada dimasyarakat. Melihat fenomena seperti itu tidak heran bila tokoh-tokoh agama Islam mendirikan pondok pesantren sebagai basis dari pendidikan moral dan agama untuk mengatasi kenakalan remaja. Pondok pesantren lebih terfokus mengatasi kenakalan remaja karena setiap anak didik (santri) selalu dalam pantauan ustadz. Metode Al-Quran untuk mengatasi kenakalan remaja didalam pola pendidikan pondok pesantren terdapat lingkungan pendidikan yang kondusif untuk mengatasi masalah kenakalan remaja. Karena selain dididik secara intensif melalui metode-metode pendidikan agama, lingkungan pondok pesantren yang independen dari berbagai pengaruh lingkungan sekitar menjamin pola pendidikan moral agama tidak tercemar dengan lingkungan sekitar yang bermasalah.[1]
Ada beberapa faktor yang menyebabkan manusia menjadi antisosial adalah adalah
1. Pola asuh keluarga.
Orang tua yang tidak menyerapkan aturan-aturan di dalam keluarga sehingga membuat anak menjadi tidak terorganisasi. Orang tua yang terlalu menyanyangi anaknya/membela anaknya walaupun salah/melindungi anaknya dari kesalahan sehingga membuat anaknya menjadi manja.
2. Figur Orang tua
Orang tua yang tidak mempunyai model yang baik, orang tua yang mempunyai perilaku antisosial menyebabkan anak-anaknya mengikuti model dari orang tuanya. Kehilangan orang tua atau tidak adanya figur orang tua juga menyebabkan anaknya tidak dapat menemukan model yang akan dicontohinya.
3. Lingkungan.
Salah satu perkembangan dan kepribadian manusia ditentukan oleh faktor lingkungan.
4. Biologis/Genetika.
Ahli ilmu pengetahuan menemukan bahwa ada kesalahan atau kerusakan otak pada sang anak.
Dalam Al-Quran, Allah SWT memerintahkan kepada orangtua untuk menjaga anaknya agar tidak melakukan kenakalan dan kejahatan yang ada di QS. at-Tahrim : 6
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3Î=÷dr&ur #Y$tR $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#yÏ© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdttBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâsD÷sムÇÏÈ  
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Syariat islam juga mengajarkan, bahwa anak adalah termasuk bagian dari sumber kebajikan dan kemanfaatan bagi kedua orang tua, baik ketika masih hidup maupun sesudah mati.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abi Hurairah diterangkan bahwa Rasulullah telah bersabda :
إِدا ماَتَ ابْنُ ادم انفَطَعَ عَمَلُهُ إلاّ مِنْ ثلاثٍ : صدقةٍ جاريةٍ أو علم ينتفعُ أو ولدٍ صالحٍ يدعولهُ
Artinya : Apabila manusia meninggal, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara : Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih senantiasa mendoakan orangtuanya.[2]
B.  Mengatasi Kenakalan Remaja dengan menggunakan Terapi Al-Quran
Macam terapi ini saya ambil dari terapi keagamaan, yaitu terapi yang digunaan dengan pendekatan keagamaan. Terapi jenis ini diterapkan dengan menggunakan pendekatan ayat-ayat Al-Quran, hadits Nabi, dan pemikiran-pemikiran keislaman yang secara implisit mengandung terapi. Namun terapi ini rentan sekali dengan perdebatan. Terapi ini dimaksudkan agar seseorang bebas dari rasa cemas, tegang, depresi, dan lain-lain. Banyak orang yang menggunakan terapi jenis ini dengan doa-doa dan zikir-zikir yang intinya memohon kepada Allah agar diberi ketenangan hati.[3]
Al-Quran merupakan wahyu Allah SWT yang diantaranya berisikan informasi-informasi dari-Nya kepada Nabi Muhammad SAW untuk kemudian disampaikan kepada umatnya sebagai tuntunan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari
Firman Allah mengenai Psikoterapi melalui Al-Quran terdapat di QS. al-Isra : 82
ãAÍit\çRur z`ÏB Èb#uäöà)ø9$# $tB uqèd Öä!$xÿÏ© ×puH÷quur tûüÏZÏB÷sßJù=Ïj9   Ÿwur ߃Ìtƒ tûüÏJÎ=»©à9$# žwÎ) #Y$|¡yz ÇÑËÈ   .
Artinya : dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.[4]
Dan hadis yang mendukung Psikoterapi melalui al-Quran
 Dari Ali RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik obat ialah al-Qur’an”. (H.R Abu Majah)
Hadis ini mengisyaratkan bahwa al-Quran merupakan obat segala macam penyakit, baik penyakit jiwa maupun penyakit fisik tubuh (raga).[5]
Al-Quran turun untuk mengubah pikiran-pikiran manusia kecenderungan-kecenderungan mereka dan perilaku mereka dan untuk memberi mereka dan untuk memberi mereka petunjuk serta mengubah kesesatan dan kebodohan, mengarahkan kepada apa yang mendatangkan kemaslahatan dan kebaikan, membantu dengan pikiran-pikiran baru tentang tabiat manusia dan misinya dalam hidup, serta tentang nilai-nilai dan pekerti-pekerti baru serta suri teladan yang tinggi bagi kehidupan.[6]
Orang yang sedang mengalami kegelisahan, sudah sewajarnya untuk kembali kepada ajaran Islam. Psikoterapi Islami dengan menggunakan dasar pijakannya dari nilai-nilai dan ajaran agama Islam, tidak hanya ditujukan untuk mengobati penyakit kejiwaan dalam kriteria mental, psikologis, sosial, tetapi juga memberikan terapi kepada orang-orang yang “sakit” secara moral dan spiritual. Dengan demikian psikoterapi Islam dengan cakupan yang lebih luas dapat mengantisipasi permasalahan kejiwaan manusia modern, baik dalam segi kejiwaan itu sendiri maupun segi moral-spiritual.[7]
Tujuan dari Psikoterapi Islam menurut Hamdani Bakran Adz Dzaky adalah untuk memberikan pertolongan kepada setiap individu :
1.      agar sehat jasmani dan ruhani, atau sehat mental, spritual, atau sehat jiwa dan raga
2.      mengenali dan mengembangkan potensial sensual sumber daya insani.
3.      Mengantarkan pada individu yang kontruksi dalam kepribadian etos kerja.
4.      Meningkatkan kualitas keimanan, keislaman, keikhsanan, dan ketauhidan dalam kehidupan sehari-hari
5.      Mengantarkan individu mengenal, mencintai dan berjumpa dengan esensi diri, atau jati diri dan citra diri serta Dzat Yang Maha Suci, yaitu Allah SWT.[8]
Al-Quran lebih mendetail dan lebih berhati-hati dalam membentuk kepribadian anak manusia. Pembentukan kepribadian seseorang menurut Al-Quran dimulai dari sebelum lahir. Sehingga dimasa remaja dan masa dewasa seseorang yang dididik sesuai dengan tuntunan Al-Quran akan membentuk manusia yang mempunyai kepribadian yang bagus dan bertanggung jawab. Sehingga timbulnya kenakalan remaja dapat segera diantisipasi dengan metode yang paling tepat dalam mengatasi dan menyelesaikan kenakalan remaja semua diatur dalam Al-Quran.[9]
C.      Langkah-Langkah Melalui Metode Psikoterapi Al-Quran
Langkah-langkah kuratif kenakalan remaja melalui metode Psikoterapi Al-Quran yaitu :
a.         Lingkungan Keluarga. Keluarga sakinah yang dikehendaki fitrah manusia dan agama adalah terwujudnya suasana keluarga bersatu tujuan, selalu dapat berkumpul dengan baik, rukun dan akrab dalam kehidupan sehari-hari, penuh persahabatan, saling menghargai, saling mempercayai, dan bersikap ramah tamah antar satu dengan yang lain.
b.        Lingkungan sekolah. Sistem pendidikan banyak sekali berpengaruh pada remaja. Pendidikan hendaknya mendorong remaja untuk dapat hidup dan mencari hidup dengan kekuatannya sendiri, tanpa bergantung pada bantuan orang lain. Untuk itu tugas guru atau ustad sebagai pendidik harus lebih memegang peranan penting dalam membantu remaja dalam mengatasi kesulitannya.
c.         Masyarakat. Islam tidak membebaskan manusia dari tanggung jawab tentang apa yang berlaku pada masyarakatnya dan apa yang terjadi disekelilingnya atau terjadi dari orang lain. Terutama jika oranglain itu termasuk orang yang berada dibawah perintah dan pengawasannya seperti istri, anak, dan lain-lain. Dalam firman Allah terdapat di QS. Al-Imran : 104
`ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããôtƒ n<Î) ÎŽösƒø:$# tbrããBù'tƒur Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã ̍s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ  
Artinya : dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.[10]
            Dari ini nampak jelas bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat dapat mempengaruhi. Jadi dapat kita katakan, bahwa kenakalan remaja tidak dapat kita pisahkan dari pendidikan dan perlakuan yang diterima oleh anak-anak dari orangtua, sekolah, dan masyarakat. Jadi jika kita ingin mengubah dan memperbaiki remaja yang nakal dan mencegah jangan sampai remaja kita pada suatu ketika menjadi nakal, maka faktor dan masalah-masalah mulai dari rumah tangga, sekolah dan masyarakat harus kita perbaiki.




BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
 Ada beberapa faktor yang menyebabkan manusia menjadi antisosial adalah pola asuh keluarga, figur orangtua, lingkungan dan biologis genetika. Untuk itu dalam Al-Quran, Allah SWT memerintahkan kepada orangtua untuk menjaga anaknya agar tidak melakukan kenakalan dan kejahatan yang ada di QS. at-Tahrim : 6. Al-Quran merupakan wahyu Allah SWT yang diantaranya berisikan informasi-informasi dari-Nya kepada Nabi Muhammad SAW untuk kemudian disampaikan kepada umatnya sebagai tuntunan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Firman Allah mengenai Psikoterapi melalui Al-Quran terdapat di QS. al-Isra : 82.
Langkah-langkah kuratif kenakalan remaja melalui metode Psikoterapi Al-Quran yaitu :
a.         Lingkungan Keluarga. Keluarga sakinah yang dikehendaki fitrah manusia dan agama adalah terwujudnya suasana keluarga bersatu tujuan
b.        Lingkungan sekolah. Pendidikan hendaknya mendorong remaja untuk dapat hidup dan mencari hidup dengan kekuatannya sendiri, tanpa bergantung pada bantuan orang lain.
c.         Masyarakat. Islam tidak membebaskan manusia dari tanggung jawab tentang apa yang berlaku pada masyarakatnya dan apa yang terjadi disekelilingnya atau terjadi dari orang lain. Dalam firman Allah terdapat di QS. Al-Imran : 104
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, kami ucapkan terimakasih.


DAFTAR PUSTAKA

Adlani, Nazli, 1998. Al-Quran Terjemahan Indonesia, Jakarta : Sari Agung

Adz Dzaky , Hamdani Bakran,  2001. psikoterapi dan Konseling Islam Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru

Al-Jauziyah, Ibnu Qayyim,  2000. Serpihan Kasih, Jakarta : Pustaka Azzam

E Prawita, Johana dkk, 2002. Psikoterapi Pendekatatan Konvensional dan Kontemporer. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset

Http://Psikoterapi dalam Agama.html

Husain, Mazhahiri, 1989. Pintar Mendidik Anak, Jakarta : Lentera Basritama

Sholihin, Muhammad, 2004. Terapi Sufistik Penyembuhan Penyakit Kejiwaan Persfektif Tsawuf, Bandung : Pustaka Setia

Utsman, Najati, , 2001. Jiwa Manusia, Jakarta : Cendekia Sentra Muslim
Zakiyah, Drajat, 1994. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara





[1] Najati, Utsman, Jiwa Manusia, (Jakarta : Cendekia Sentra Muslim, 2001), hlm. 21
[2] Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Serpihan Kasih, (Jakarta : Pustaka Azzam, 2000), hlm 4
[3] Muhammad Sholihin, Terapi Sufistik Penyembuhan Penyakit Kejiwaan Persfektif Tsawuf, (Bandung : Pustaka Setia, 2004), hlm. 21

[4] Nazli, Adlani, Al-Quran Terjemahan Indonesia, (Jakarta : Sari Agung, 1998), hlm. 2
[5] Http://Psikoterapi dalam Agama.html
[6] Mazhahiri, Husain, Pintar Mendidik Anak, (Jakarta : Lentera Basritama, 1989), hlm.15
[7] Johana E Prawita, dkk, Psikoterapi Pendekatatan Konvensional dan Kontemporer. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset, 2002), hlm. 7
[8] Hamdani Bakran Adz Dzaky, psikoterapi dan Konseling Islam (Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru, 2001),  hlm. 272-273
[9] Najati Utsman, Opcit, hlm. 21
[10] Drajat Zakiyah, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1994), hlm. 33-36