BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Secara umum psikoterapi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
seseorang baik itu emosi, mental, pengetahuan dan pemahaman diri dan perubahan
tingkah laku. Maka psikoterapi Islampun secara umum bertujuan mengeksploitasi diri
dan memahami diri sebagai makhluk berkepribadian, sebagai makhluk bersosial dan
sebagai makhluk yang menghambakan diri kepada Allah SWT., sehingga akan terjadi
perubahan tingkah laku yakni kondisi psikis yang tercermin dalam sikap yang
sehat dan dinamis menuju kepada ketenangan, ketentraman dan kebahagian dalam
kesehaatan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam sebagai upaya meraih Ridha
Allah.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
itu kenakalan remaja ?
2.
Bagaimana
mengatasi kenakalan remaja dengan menggunakan terapi Al-Quran ?
3.
Bagaimana
langkah-langkahnya melalui metode psikoterapi Al-Quran ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kenakalan Remaja
Beberapa
pakar psikologi berpendapat kenakalan remaja adalah sumber dari malapetaka di
masa depan. Hal ini selain disebabkan bahwa kenakalan remaja merupakan awal
dari kenakalan kedewasaan, kenakalan remaja juga merupakan kunci dari berbagai
persoalan yang yang ada dimasyarakat. Melihat fenomena seperti itu tidak heran
bila tokoh-tokoh agama Islam mendirikan pondok pesantren sebagai basis dari
pendidikan moral dan agama untuk mengatasi kenakalan remaja. Pondok pesantren
lebih terfokus mengatasi kenakalan remaja karena setiap anak didik (santri)
selalu dalam pantauan ustadz. Metode Al-Quran untuk mengatasi kenakalan remaja
didalam pola pendidikan pondok pesantren terdapat lingkungan pendidikan yang
kondusif untuk mengatasi masalah kenakalan remaja. Karena selain dididik secara
intensif melalui metode-metode pendidikan agama, lingkungan pondok pesantren
yang independen dari berbagai pengaruh lingkungan sekitar menjamin pola
pendidikan moral agama tidak tercemar dengan lingkungan sekitar yang
bermasalah.
Ada beberapa
faktor yang menyebabkan manusia menjadi antisosial adalah adalah
1. Pola asuh keluarga.
Orang
tua yang tidak menyerapkan aturan-aturan di dalam keluarga sehingga membuat
anak menjadi tidak terorganisasi. Orang tua yang terlalu menyanyangi
anaknya/membela anaknya walaupun salah/melindungi anaknya dari kesalahan
sehingga membuat anaknya menjadi manja.
2. Figur Orang tua
Orang
tua yang tidak mempunyai model yang baik, orang tua yang mempunyai perilaku
antisosial menyebabkan anak-anaknya mengikuti model dari orang tuanya.
Kehilangan orang tua atau tidak adanya figur orang tua juga menyebabkan anaknya
tidak dapat menemukan model yang akan dicontohinya.
3. Lingkungan.
Salah
satu perkembangan dan kepribadian manusia ditentukan oleh faktor lingkungan.
4. Biologis/Genetika.
Ahli
ilmu pengetahuan menemukan bahwa ada kesalahan atau kerusakan otak pada sang
anak.
Dalam Al-Quran, Allah SWT memerintahkan kepada orangtua untuk
menjaga anaknya agar tidak melakukan kenakalan dan kejahatan yang ada di QS.
at-Tahrim : 6
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3Î=÷dr&ur #Y$tR $ydßqè%ur â¨$¨Z9$# äou$yfÏtø:$#ur $pkön=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâxÏî ×#yÏ© w tbqÝÁ÷èt ©!$# !$tB öNèdttBr& tbqè=yèøÿtur $tB tbrâsD÷sã ÇÏÈ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa
yang diperintahkan.
Syariat islam juga mengajarkan, bahwa anak adalah termasuk bagian
dari sumber kebajikan dan kemanfaatan bagi kedua orang tua, baik ketika masih
hidup maupun sesudah mati.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abi Hurairah
diterangkan bahwa Rasulullah telah bersabda :
إِدا ماَتَ
ابْنُ ادم انفَطَعَ عَمَلُهُ إلاّ مِنْ ثلاثٍ : صدقةٍ جاريةٍ أو علم ينتفعُ أو
ولدٍ صالحٍ يدعولهُ
Artinya : Apabila manusia meninggal, maka terputuslah semua
amalnya kecuali tiga perkara : Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak
yang shalih senantiasa mendoakan orangtuanya.
B.
Mengatasi Kenakalan Remaja dengan menggunakan Terapi Al-Quran
Macam
terapi ini saya ambil dari terapi keagamaan, yaitu terapi yang digunaan dengan
pendekatan keagamaan. Terapi jenis ini diterapkan dengan menggunakan pendekatan
ayat-ayat Al-Quran, hadits Nabi, dan pemikiran-pemikiran keislaman yang secara
implisit mengandung terapi. Namun terapi ini rentan sekali dengan perdebatan.
Terapi ini dimaksudkan agar seseorang bebas dari rasa cemas, tegang, depresi,
dan lain-lain. Banyak orang yang menggunakan terapi jenis ini dengan doa-doa
dan zikir-zikir yang intinya memohon kepada Allah agar diberi ketenangan hati.
Al-Quran merupakan wahyu Allah SWT yang diantaranya berisikan
informasi-informasi dari-Nya kepada Nabi Muhammad SAW untuk kemudian
disampaikan kepada umatnya sebagai tuntunan dalam menjalankan kehidupan
sehari-hari
Firman Allah mengenai Psikoterapi melalui Al-Quran terdapat di QS.
al-Isra : 82
ãAÍit\çRur z`ÏB Èb#uäöà)ø9$# $tB uqèd Öä!$xÿÏ© ×puH÷quur tûüÏZÏB÷sßJù=Ïj9
wur ßÌt tûüÏJÎ=»©à9$# wÎ) #Y$|¡yz ÇÑËÈ .
Artinya : dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi
penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah
menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
Dan hadis yang mendukung Psikoterapi melalui al-Quran
Dari Ali RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik obat ialah al-Qur’an”. (H.R Abu Majah)
Hadis ini
mengisyaratkan bahwa al-Quran merupakan obat segala macam penyakit, baik
penyakit jiwa maupun penyakit fisik tubuh (raga).
Al-Quran turun untuk mengubah pikiran-pikiran manusia
kecenderungan-kecenderungan mereka dan perilaku mereka dan untuk memberi mereka
dan untuk memberi mereka petunjuk serta mengubah kesesatan dan kebodohan,
mengarahkan kepada apa yang mendatangkan kemaslahatan dan kebaikan, membantu
dengan pikiran-pikiran baru tentang tabiat manusia dan misinya dalam hidup,
serta tentang nilai-nilai dan pekerti-pekerti baru serta suri teladan yang
tinggi bagi kehidupan.
Orang yang sedang mengalami kegelisahan, sudah sewajarnya untuk
kembali kepada ajaran Islam. Psikoterapi Islami dengan menggunakan dasar
pijakannya dari nilai-nilai dan ajaran agama Islam, tidak hanya ditujukan untuk
mengobati penyakit kejiwaan dalam kriteria mental, psikologis, sosial, tetapi
juga memberikan terapi kepada orang-orang yang “sakit” secara moral dan
spiritual. Dengan demikian psikoterapi Islam dengan cakupan yang lebih luas
dapat mengantisipasi permasalahan kejiwaan manusia modern, baik dalam segi
kejiwaan itu sendiri maupun segi moral-spiritual.
Tujuan dari Psikoterapi Islam menurut Hamdani Bakran Adz Dzaky
adalah untuk memberikan pertolongan kepada setiap individu :
1.
agar
sehat jasmani dan ruhani, atau sehat mental, spritual, atau sehat jiwa dan raga
2.
mengenali
dan mengembangkan potensial sensual sumber daya insani.
3.
Mengantarkan
pada individu yang kontruksi dalam kepribadian etos kerja.
4.
Meningkatkan
kualitas keimanan, keislaman, keikhsanan, dan ketauhidan dalam kehidupan
sehari-hari
5.
Mengantarkan
individu mengenal, mencintai dan berjumpa dengan esensi diri, atau jati diri
dan citra diri serta Dzat Yang Maha Suci, yaitu Allah SWT.
Al-Quran lebih mendetail dan lebih berhati-hati dalam membentuk
kepribadian anak manusia. Pembentukan kepribadian seseorang menurut Al-Quran
dimulai dari sebelum lahir. Sehingga dimasa remaja dan masa dewasa seseorang
yang dididik sesuai dengan tuntunan Al-Quran akan membentuk manusia yang
mempunyai kepribadian yang bagus dan bertanggung jawab. Sehingga timbulnya
kenakalan remaja dapat segera diantisipasi dengan metode yang paling tepat
dalam mengatasi dan menyelesaikan kenakalan remaja semua diatur dalam Al-Quran.
C.
Langkah-Langkah Melalui Metode Psikoterapi Al-Quran
Langkah-langkah
kuratif kenakalan remaja melalui metode Psikoterapi Al-Quran yaitu :
a.
Lingkungan
Keluarga. Keluarga sakinah yang dikehendaki fitrah manusia dan agama adalah
terwujudnya suasana keluarga bersatu tujuan, selalu dapat berkumpul dengan
baik, rukun dan akrab dalam kehidupan sehari-hari, penuh persahabatan, saling
menghargai, saling mempercayai, dan bersikap ramah tamah antar satu dengan yang
lain.
b.
Lingkungan
sekolah. Sistem pendidikan banyak sekali berpengaruh pada remaja. Pendidikan
hendaknya mendorong remaja untuk dapat hidup dan mencari hidup dengan
kekuatannya sendiri, tanpa bergantung pada bantuan orang lain. Untuk itu tugas
guru atau ustad sebagai pendidik harus lebih memegang peranan penting dalam
membantu remaja dalam mengatasi kesulitannya.
c.
Masyarakat.
Islam tidak membebaskan manusia dari tanggung jawab tentang apa yang berlaku
pada masyarakatnya dan apa yang terjadi disekelilingnya atau terjadi dari orang
lain. Terutama jika oranglain itu termasuk orang yang berada dibawah perintah
dan pengawasannya seperti istri, anak, dan lain-lain. Dalam firman Allah
terdapat di QS. Al-Imran : 104
`ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããôt n<Î) Îösø:$# tbrããBù'tur Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztur Ç`tã Ìs3YßJø9$# 4
y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd cqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ
Artinya : dan
hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah
orang-orang yang beruntung.
Dari ini nampak
jelas bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat dapat mempengaruhi.
Jadi dapat kita katakan, bahwa kenakalan remaja tidak dapat kita pisahkan dari
pendidikan dan perlakuan yang diterima oleh anak-anak dari orangtua, sekolah,
dan masyarakat. Jadi jika kita ingin mengubah dan memperbaiki remaja yang nakal
dan mencegah jangan sampai remaja kita pada suatu ketika menjadi nakal, maka
faktor dan masalah-masalah mulai dari rumah tangga, sekolah dan masyarakat
harus kita perbaiki.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Ada beberapa faktor yang
menyebabkan manusia menjadi antisosial adalah pola asuh keluarga, figur
orangtua, lingkungan dan biologis genetika. Untuk itu dalam Al-Quran, Allah SWT
memerintahkan kepada orangtua untuk menjaga anaknya agar tidak melakukan
kenakalan dan kejahatan yang ada di QS. at-Tahrim : 6. Al-Quran merupakan wahyu
Allah SWT yang diantaranya berisikan informasi-informasi dari-Nya kepada Nabi
Muhammad SAW untuk kemudian disampaikan kepada umatnya sebagai tuntunan dalam
menjalankan kehidupan sehari-hari. Firman Allah mengenai Psikoterapi melalui
Al-Quran terdapat di QS. al-Isra : 82.
Langkah-langkah kuratif kenakalan remaja melalui metode Psikoterapi
Al-Quran yaitu :
a.
Lingkungan
Keluarga. Keluarga sakinah yang dikehendaki fitrah manusia dan agama adalah
terwujudnya suasana keluarga bersatu tujuan
b.
Lingkungan
sekolah. Pendidikan hendaknya mendorong remaja untuk dapat hidup dan mencari
hidup dengan kekuatannya sendiri, tanpa bergantung pada bantuan orang lain.
c.
Masyarakat.
Islam tidak membebaskan manusia dari tanggung jawab tentang apa yang berlaku pada
masyarakatnya dan apa yang terjadi disekelilingnya atau terjadi dari orang
lain. Dalam firman Allah terdapat di QS. Al-Imran : 104
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi
pokok bahasan dalam makalah ini, kami ucapkan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Adz Dzaky , Hamdani Bakran,
2001. psikoterapi dan Konseling Islam Yogyakarta : Fajar Pustaka
Baru
Sholihin, Muhammad, 2004. Terapi
Sufistik Penyembuhan Penyakit Kejiwaan Persfektif Tsawuf, Bandung : Pustaka
Setia
Utsman,
Najati, , 2001. Jiwa Manusia, Jakarta : Cendekia Sentra Muslim
Zakiyah,
Drajat, 1994. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara
Muhammad Sholihin, Terapi Sufistik Penyembuhan Penyakit Kejiwaan
Persfektif Tsawuf, (Bandung : Pustaka Setia, 2004), hlm. 21